Senin, 04 Agustus 2014

Melihat Seperti Jerapah?

"Belajar cara melihat, mengatur presepsi pandangan serta menggunakan kacamata yang tepat"


Mungkin sebagai manusia yang terbiasa melihat setinggi mata mereka berada, melihat lebih tinggi lagi kadang membuat sesuatu menjadi lebih berbeda, lebih indah, bijak dan sederhana.


Oh iya, Mohon maaf lahir bathin ya 
>,<
Salam Senyum selalu

Minggu, 20 Juli 2014

Langit Hari Ini Seperti Film 5cm/second

 ~ "5 cm per second. They say that's the speed at which a cherry blossom falls. 5 cm per second." ~

Langit sore ini begitu indah, tenang dingin, kadang menggigilkan. Cerah, jauh dari kabut polusi kendaraan.


Terkadang aku mengantuk, sedikit tersenyum, bahagia melihat serinya sore yang jarang kutemui ini sebelumnya. Dalam gambaran pelukis terkenal sekalipun, sore indah seperti ini takkan lengkap tanpa adanya burung yang berterbangan. Ingin rasanya terbang, melayang bersenang-senang menjadi bagian dari burung yang melayang itu. "Pasti bagi mereka, kebebasan adalah melihat keindahan bumi dari langit, tanpa harus terjebak di perut pesawat".

Aku duduk terdiam dan merenung. Ini seperti langit sore 5cm per Second, Filem keluaran Makoto Sinkai tahun 2007 lalu.

 Gambar: Dari film 5cm/Second

Sabtu, 07 Juni 2014

Opportunity cost

"Ketika kalian membeli hasil karya seorang seniman. Yang sebenarnya kita beli adalah, waktu, perasaan dan seluruh hidupnya untuk menciptakan karya tersebut".

Manusia tak mungkin tamak kan? Apa lagi untuk waktu luang yang tak seberapa ini ^^.  Sebuah biaya peluang dari pengorbanan lain, sampai-sampai blog, karya, komik dan gambar terbengkalai.

Tapi manusia benar2 takkan mungkin bisa tamakkan? apa lagi dengan waktu yang terbatas ini >,<. Walaupun begitu aku tetap puas, setidaknya atas waktu yang aku korbankan (termasuk teman2 kerja juga) animasi lokal jadi dapat sedikit berjaya >,</.

Ini namanya serial Adit, Sopo dan Jarwo. Hasil kerja keras lebih dari setahun lebih hingga saat ini, belum lagi sebentar lagi ada film baru lg yang mau keluar. Walaupun hasilnya masih jauh dari kata perfeck, pengorbanan yang dibuat untuk mewujudkannya termasuk waktu tidur yang kurang, deadline yang padat dan konsistensi untuk menjaga kualitas. Hanya saja untuk kualitas memang sedikit masih jauh dari Disney. semoga suatu saat bisa menjadi lebih baik.

Sungguh bahagia jika teman2 mau nonton, menyisihkan waktu 7 menit di TV lokal.

Nonton ya >,</








Nonton ya, bisa liat di Youtube, atau Di MNC
>,<?

Senin, 23 Desember 2013

Rain In Love

"Hujan itu, tempat romantis berlabuh dan galau berkelana. Coba sesekali rasakan, sihirnya mampu mengembalikan kesenangan yang hilang "



Saat itu, ketika bekerja menjadi sedikit rumit.....


Serius untuk tetap fokus adalah pilihan yang bijak, apa lagi mencurahkan segenap hati dan pikiran....

 Dan Hujan, Menjadi penutup yang manis, untuk menghilangkan diri dari semua kepenatan.
>,</

Sabtu, 14 Desember 2013

Mantra: #1

Dahulu di Indonesia, negara ini masih dikenal sebagai nusantara, masa-masa Majapahit masih berkuasa, penjajah dari portugis dan belanda masih belum sempat menjajah. Jauh lagi sebelum itu, sebelum terbentuk kerajaan-kerajaan,bahkan sejarawan tak sanggup untuk mengungkapnya. Orang-orang hidup seperti biasa, membentuk komunitas-komunitas kecil seperti desa dan kota. Mereka masih terpengaruh tahayul, namun peradaban terasa sekali maju.

Ilmuan menyebutnya sejarah yang hilang, sebagian menyebutnya Atlantis, bahkan kita sendiri percaya ada hal yang tak dapat dimengerti begitu saja. Yang jelas, kala itu 'mantra' masih memiliki tempat yang istimewa dan tahayul bukan hanya lagenda atau cerita mengada-ngada. Pengembara dengan kain terbang, pendekar dengan pedang melayang, bahkan negeri diatas langit menjadi tempat tinggal para saudagar.

Kala itu sihir adalah hal wajar, manusia leluasa melakukan kontrak dengan jin. Mantra-mantra tersebar dan diwariskan turun temurun.

"Itu jauh sebelum Nusantara belum berbentuk seperti di peta"
Atlantis

***


Jauh dari Taprobane, pagi yang segar dan cerah. Kumpulan pelajar dan ilmuan masa itu berhasil membangun pohon raksasa tepat ditengah kota. itu menjadi pemandangan indah dari kejauhan, apa lagi dari desa ujung selatan, Taprobane adalah sebuah pemandangan indah dari selain laut dan kapal dagang dipelabuhan.

Kapal-kapal ini kebanyakan mengangkut barang dagangan dan pelajar, ada juga pengembara. kebanyakan dari mereka tertarik belajar di Taprobane. Kemajuan dan keindahan selalu memiliki daya tarik tersendiri.

"Hey Alban, cepat"

Kumpulan anak kecil berlari menuju kapal. "sepuluh keping paman, sepuluh keping" mereka menawarkan jasa ke orang-orang yang baru keluar kapal.

"itu siapa paman" Alba bertanya pada juragan yang menyewanya.

"itu prajurit tempur dari jauh"

"prajurit tempur paman!, kita perang?" Tanya Alban.

"Bukan, katanya mau belajar di Taprobane" Juragan tadi melanjutkan. "Mereka Shinobi"

"Ohh.." Alban mengangguk

Cukup aneh, mereka yang disebut shinobi tadi baru pertama kali dilihat Alban. Sekumpulan orang berpakaian hitam dan aneh.
 
 
***